Pernahkah anda mendengar ini “bekerjalah untuk dunia seolah-olah anda akan hidup selamanya, bekerjalah diakhirat seakan kita akan mati besok”.
Mungkin kita sering banting tulang cari uang agar bisa hidup enak. Atau mahasiswa dan pelajar berusaha buat begadang dan belajar biar dapat nilai bagus. Atau seseorang bersusah payah agar bisa menyenangkan orang yang disayanginya. Di sela-sela kesibukan kita kadang terlupa untuk urusan masa depan kita di tempat yang abadi. Saking sibuk kerja kita sampai lupa waktu. Begitu ada suara azan zuhur, “ah tanggung bentar lagi juga”. Syetan ga pernah menyia-nyiakan kesempatan. Tau nya sudah hampir azan ashar. Terpaksa kita harus buru-buru. Merugilah orang yang menyia-nyiakan sholat. Contoh yang lainnya mungkin karena saking ingin hematnya, menumpuk harta dunia, kita lupa untuk berzakat dan menyantuni fakir miskin. Padahal harta tidak akan kita bawa mati cuma amal saleh yang selalu akan mengalir walaupun kita sudah tiada.
Pernahkah anda berfikir bagaimana kalau kita mati besok, hari ini atau beberapa saat lagi. Bila kita tahu tentu kita akan buru2 menumpuk amal, bertobat dan tak lagi memikirkan masalah dunia. Tapi karena waktu itu hanya Allah yang tahu, kita sebagai manusia harus selalu siap. Karena bila waktu itu datang penyesalan sudah tak ada gunanya lagi.
Berusaha di dunia juga termasuk ibadah bila disertai dengan menyebut nama Allah dan tidak membuat kita lupa untuk mengingatNYA.